tempat q dilahirkan

Wamena adalah tempat dimana q dilahirkan. Disana pula awal q memijakkan kakiq. Sungguh damai suasana disana….. Walaupun orang-orang yang berada di luar daerahq memandang remeh orang-orang yang tinggal di wamena, tapi ketahuilah disana rasa solidaritas dan kekeluargaanya sangat tinggi. Demi minyak sisa, orang irian rela menukarkan barang dagangannya (barter) seperti sayur. Diberi minyak yang masih baru (belum terpakai) merekapun tidak mau entah kenapa mungkin mereka takut kalau barang dagangan yang ditukarkan harganya tidak sesuai dengan minyak yang diminta itu. Maklum disana barang-barang sangat mahal karena harus menunggu pesawat yang membawa barang dagangan ke daerahq.

Disana walaupun kelihatannya orangnya menakutkan tapi sebenarnya orangnya itu baik-baik dan ramah-ramah. Di wamena cuacanya dingin sekali, setiap pukul 15.00 cuaca selalu mandung. Dan hampir setiap hari hujan. Disana terdapat banyak sekali tempat wisata dan tempat tersebut sangat di lestarikan, tidak ada satu orangpun yang boleh merusak tempat tersebut. Tempat wisatanya seperti Kali lembah baliem, Jembatan Kuning, pasir putih, Jembatan layang dan masih banyak lagi tempat wisata yang lainnya dan tempat tersebut masih alami. Masyarakat disana apabila disuruh untuk memakai baju, mereka malah memilih untuk memakai sali yang berbentuk rumbai-rumbai (perempuan) dan Koteka (pria). Apabila mereka kadinginan mereka hanya mendekap badan mereka dengan kedua tangan tanpa memakai sehelai kain untuk menghangatkan tubuh mereka. Paling-paling kalau mereka merasa sangat kedinginan mereka akan membuat api unggun. Tapi kebanyakan orang irian itu tahan terhadap cuaca dingin.

Selalu setelah habis maghrib mereka selalu menari adat di jalan raya dengan membawa tombak dan panah. Dan itu setiap hari mereka lakukan. Tarian itu biasanya disebut “Tari Perang”. Adat istiadat yang lainnya yaitu apabila mereka mendapati saudara mereka meninggal dunia, maka mereka memotong jari tangan mereka satu ruas. Dan itu selalu mereka potong setiap saudara mereka tiada. Memang begitu sangat mengharukan dan menakutkan tapi begitulah kenyataannya. Setiap suku pasti memiliki adat istiadat yang berbeda-beda.

Namun setelah aq pindah ke jawa, seakan-akan wilayah tempat kelahiranq tidak terkontrol lagi. Banyak terjadi kerusuhan disana-sini sampai-sampai diliput oleh media cetak maupun televisi. Sungguh kejadiannya mengenaskan sekali apabila kalian melihat CD rekamannya. Tapi ya itu goyang karena pada saat itu mereka merekam secara diam-diam. Banyak pendatang yang dibunuh, diperkosa dan disiksa. Temen bapakq aja sampai kepalanya dikapak hingga dijahit dan itu perempuan. Namun alhamdulillah sekarang temen bapakq itu sehat dan bisa beraktivitas seperti biasa. Sungguh mengenaskan sekali kejadian pada saat itu. Penduduk tidak segan-segan membunuh orang-orang yang menentang mereka. Banyak sekali yang jadi korban.

Alhamdulillah pada saat itu q sudah pindah ke jawa, sehingga q selamat dari kerusuhan tersebut. Sungguh mengenaskan korban-korban yang disiksa itu. Mereka melakukan hal tersebut karena mereka merasa wilayah mereka telah di ambil alih oleh warga pendatang (transmigran). Sehingga mereka tidak terima akhirnya kerusuhan terjadi dimana-mana. Orang irian yang awalnya tidak berani masuk rumah orang, apabila rumah tersebut tertutup pada saat itu mereka berani masuk kerumah tersebut dan membunuh orang yang berani melawan mereka.

Namun alhamdulillah sekarang wamena telah dapat terkontrol lagi. Walau bagaimanapun jelek atau baiknya tempat kelahiranq, aq bangga sekali dilahirkan disana. Karena disana rasa solidaritas dan kesetiakawanannya itu sangat tinggi. Pokoknya asyik banget…… Ingin rasanya q kembali lagi kesana……

Beri tanggapan

Your response: